Ketua FKUB Morut Himbau Masyarakat Hentikan Aktifitas Berkumpul

Morut, Akuratnews.com - Dalam rangka mencegah penularan dan penanganan corona virus disease 2019 (cofid-19), Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sukriadi, S.Fil. I menyampaikan sejumlah poin himbauan kepada masyarakat.

Pasalnya, kondisi wabah covid-19 di Kabupaten Morowali Utara sudah menelan korban jiwa. Hal ini membuat kepanikan ditengah karena ancaman wabah virus ini.

Sehingga, Sukriadi,S.FIL.I selaku Ketua FKUB Morut mengganggap perlu menyampaikan himbauan. "Maka dari itu, berdasarkan hal itu, kita terbitkan himbauan untuk seluruh masyarakat Morut hari ini," kata Sukri sapaan Ketua FKUB Morut, Sabtu (4/4/2020).

Pertama, dihimbau agar menghentikan aktifitas di semua rumah ibadah yang sifatnya melibatkan orang banyak, seperti ibadah shalat Jumat di masjid dan menggantinya dengan shalat Zuhur di rumah masing-masing sesuai Fatwa MUI no.14 tahun 2020, begitu pula kegiatan Ibadah hari Minggu di gereja, ibadah di pura dan lainnya, mulai tanggal diterbitkannya himbauan ini.

Kedua, menghentikan sementara aktifitas shalat berjamaah di masjid atau, jika tetap dilaksanakan agar mengatur jarak antar orang minimal 1 meter dan menggunakan masker.

Ketiga, menghentikan sementara aktifitas pengajian majelis taklim, kegiatan belajar taman pengajian Al-Qur'an dan sekolah minggu.

Keempat, menghentikan sementara aktifitas sosial keagamaan, seperti acara tahlilan/ibadah duka, acara gunting rambut, Peringatan hari besar agama dan resepsi pernikahan.

Kelima, menghimbau seluruh masyarakat, agar tetap berada di dalam rumah demi menjaga kesehatan diri dan keluarga.

Keenam, bagi pengurus rumah ibadah agar Menggunakan sebagian dari dana kas Rumah ibadah untuk mengadakan sanitizer untuk penyemprotan areal rumah ibadah masing-masing.

Ketujuh, kepada seluruh masyarakat agar aktif memeriksakan diri atau melaporkan KPD petugas kesehatan apabila apabila ada keluarga atau tetangga yang diduga terdapat gejala penyakit yang terindikasi covid-19.

Penulis: Wardi Bania

Baca Juga